Who is Waroeng Si Oppie?

Waroeng Si Oppie terinspirasi dari kekayaan budaya suku Betawi, menyajikan makanan khas Betawi yang lezat serta perintilan lucu yang unik. Kami menawarkan hidangan tradisional dengan cita rasa autentik, serta barang-barang kecil yang menggemaskan. Waroeng Si Oppie hadir untuk memberikan pengalaman kuliner dan belanja yang menyenangkan di setiap kunjungan.

Meet the Team!

Audrey

IX-3/3

@audrey_k3phas

Grace

IX-3/10

@_gracexw

Tri

IX-3/29

@rkynstr

Vallerie

IX-3/33

@valleriesebastian

Ega

IX-3/35

@gaegaegaega

WE'RE PRESENTING

WE'RE PRESENTING

WE'RE PRESENTING

WE'RE PRESENTING

Check it out!

WE'RE PRESENTING

WE'RE PRESENTING

WE'RE PRESENTING

WE'RE PRESENTING

ABSTRACT

The school bazaar was held as part of the 9th grade practical exam. The practical exams we carry out are not just bazaars, we also hold art performances for the subject arts and sports. The theme was chosen as Nusantara, which means the name of the Indonesian archipelago. My group took a few days to figure out our sub-theme, but in the end we decided on old school Jakarta. This bazaar material is a combination of all subjects. The aim of this activity was to provide real life experience to the students in doing business, working together in teams, solving problems, and get to know our culture more. This activity is designed so that students can apply the material they have learned by managing their own booth. We sell various products such as food and drinks, accessories, and many more. But there were some items that we didn't sell, and ideas that didn't match our plans.

Our booth name was supposed to be “Cap Cicak”. We were inspired by a popular herbal drink brand “Cap Badak”. We thought that name was easy to remember and creative because it rhymes. But a few of us thought that the name was pretty gross because of the word “cicak” which translates to house lizard. So, we changed our name to “Waroeng Si Oppie”. We thought that the name Waroeng Si Oppie was more presentable and less disgusting. Waroeng means stall but uses the old Indonesian spelling. Meanwhile "Si Oppie" is the name of our mascot. Oppie is a house lizard. We chose the lizard because it was inspired by the name of our old booth, namely Cap Cicak. Other than that, we also think that lizards are funny and unique to be a mascot.

Since this is a collaboration of all subjects there are several subjects that require us to sell products related to that subject matter. To be more specific there are three subjects which are science, civic education, and arts. For science we were learning about biotechnology, so we needed to make one of our products to be a biotechnology product. My group decided to sell organic paint for our paint by numbers. It was made from pandan leaves and different types of flowers. Our civic education material is preserving culture and tolerance. Each tribe in Indonesia has different traditional weapons. A traditional weapon necklace was created to show tolerance and preserve different cultures in Indonesia. Lastly, for the art’s material is Batik. So my group made a pouch with a batik pattern.

Our booths were designed around early November 2024. We designed a simple yet unique booth to attract customers. Since our subtheme was old school Jakarta, we decided to add some ondel-ondel and Monas for our photobooth. But, several changes were made to the booth decoration as the bazaar day approved. For example, we add some windows for our photobooth, we also add some plants and fairy lights. The changes were done by us because the decoration turned out to be too plain. Apart from that, we were just told the position of the booth so there were several things that had to be changed.

Fast forward to January 2025 a few days before our bazaar. It was a crazy week. We were really busy with our product and the decoration for our booth. When we saw our pre order, there were a lot of customers who bought ice lollies. We thought that we needed to prepare another stock. So, additional stock of ice lollies was prepared the night before the bazaar. On bazaar day, the ice lollies didn't freeze therefore we used the ice box to freeze it. It’s a hectic day for us because there was a customer who ordered a lot of drinks. In the end , a lot of profit was earned from the bazaar. The lesson I learned from this experience is that we need to prepare well in advance. So that stuff like this won’t happen again.

PENDAHULUAN

Dalam era globalisasi yang terus berkembang pesat, keterampilan hidup yang adaptif dan beragam menjadi suatu kebutuhan yang penting bagi individu, termasuk para siswa di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Perubahan yang terjadi dalam aspek ekonomi, sosial, dan teknologi menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu bekerja sama dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menciptakan siswa yang berkompeten dan mampu menghadapi tantangan zaman adalah melalui pendekatan pembelajaran inovatif seperti Integrated Learning (IL) atau pembelajaran terpadu.

Pembelajaran terpadu merupakan suatu metode belajar yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu menjadi satu proyek atau kegiatan besar yang berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori yang diajarkan di dalam kelas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi dunia nyata. Dalam proses ini, siswa dilatih untuk berperan aktif, baik secara individu maupun kelompok, dengan melibatkan diri secara langsung dalam pengalaman belajar yang bermakna. Selain meningkatkan motivasi belajar, pendekatan ini juga bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, serta bekerja sama dengan orang lain.

Salah satu contoh implementasi dari Integrated Learning di tingkat pendidikan menengah pertama adalah proyek akhir berupa bazaar sekolah. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari ujian praktik kelas 9 dan menjadi wujud nyata dari penerapan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Proyek bazaar tidak hanya melatih siswa untuk belajar mengenai dunia usaha, tetapi juga mengintegrasikan berbagai mata pelajaran, seperti seni, sains, pendidikan kewarganegaraan, dan kewirausahaan. Dengan tema Nusantara yang dipilih, siswa diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia sembari mengembangkan keterampilan hidup yang relevan.

Pelaksanaan bazaar ini mencakup beberapa tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Selama enam bulan, siswa terlibat aktif dalam merancang konsep bazaar, menentukan produk yang akan dijual, menghias booth, hingga melakukan promosi dan penjualan pada hari pelaksanaan. Dalam proses ini, berbagai keterampilan seperti manajemen waktu, berpikir kreatif, komunikasi efektif, serta pemecahan masalah diuji dan diasah. Siswa juga dihadapkan pada tantangan nyata, seperti mengelola anggaran, menghadapi permintaan pelanggan, serta mengatasi kendala teknis yang mungkin muncul selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan bazaar ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang materi pelajaran, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari. Proyek ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta membangun kemandirian yang akan berguna bagi masa depan mereka. Dengan demikian, pembelajaran terpadu memainkan peran penting dalam menciptakan generasi muda yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan global.

Latar Belakang

Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari ekonomi, teknologi, hingga pendidikan. Perkembangan pesat ini menuntut individu untuk memiliki keterampilan yang luas dan adaptif agar dapat bersaing dalam era yang terus berkembang. Hal tersebut diharapkan dimiliki oleh setiap siswi. Salah satunya diwujudkan melalui Integrated Learning/ pembelajaran terpadu. Mendorong inovasi dalam murid di berbagai bidang.

Integrated Learning atau pembelajaran terpadu merupakan suatu model pendekatan belajar mengajar yang memperhatikan dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Memungkin siswa/siswi baik individu maupun kelompok berperan aktif melalui pengalaman langsung dalam proses belajarnya. Dengan ini murid dapat meningkatkan motivasi belajarnya dan mengembangkan keterampilan berpikir yang kritis serta kreatif.

IL ini berasal dari kurikulum terbaru, yaitu merdeka, yang melibatkan beberapa bidang studi menjadi intermata pelajaran dan antar mata pelajaran. Memberikan kebebasan kepada pendidik dan peserta pendidik sehingga mengembangkan model pembelajaran yang bervariasi dan inovatif, serta untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sama dengan di Sekolah SMP Santa Ursula Jakarta. Salah satu contoh perwujudannya di kelas 9 ini adalah proyek akhir berupa bazaar. Mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi laporan. Dalam menghadapi IL ini, siswi akan melewati berbagai tantangan dan situasi-situasi yang mengasah keterampilan siswi. Menjadi kesempatan bagi para murid untuk mengembangkan potensi dirinya dengan keterampilan hidup seperti komunikasi, problem solving, manajemen waktu, berpikir kritis, kreatif dan kerja sama. Proyek ini dilaksanakan selama 6 bulan dengan jadwal yang terstruktur. Mengasah siswi dalam keteladan dan disiplin.

Dengan demikian, pembelajaran terpadu memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan murid dan potensi dirinya.

Tujuan

Adapun tujuan kami melaksanakan proyek pembelajaran terpadu ini sebagai berikut:

  • Untuk memahami apa tujuan dari pelaksanaan Integrated Learning.
  • Untuk mengetahui mengapa bazaar penting dalam mengembangkan keterampilan hidup siswi.
  • Untuk mengetahui bagaimana bazaar mempengaruhi siswi.

Manfaat

Adapun manfaat dari pelaksanaan proyek pembelajaran terpadu kami ini sebagai berikut:

    Bagi Siswi Pelaksana
  • Kegiatan ini bermanfaat untuk mengembangkan potensi diri dan keterampilan hidup siswi.
  • Kegiatan ini bermanfaat untuk memenuhi tugas Integrated Learning, yakni bazaar dan laporan web.

    Bagi Siswi Pemirsa
  • Kegiatan ini bermanfaat untuk menginspirasikan para siswi kelas 7 dan 8 akan indahnya budaya di Indonesia serta pelestariannya melalui bazaar.

    Bagi Sekolah
  • Kegiatan ini bermanfaat untuk menunjukan hasil implementasi pembelajaran yang sudah dilaksanakan selama semester 1.
  • Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pelestarian budaya di lingkungan sekolah.

    Bagi Pengunjung
  • Kegiatan ini bermanfaat untuk mengenal dan menikmati kembali Nusantara melalui bazaar yang diadakan.

Rencana Kegiatan

Dalam projek IL ini, kami harus menyiapkan barang-barang produk yang akan kami jual untuk toko bazaar kami. Karena tema keseluruhan bazaar kami adalah Nusantara, dan tema yang kami pilih adalah Betawi, dengan ini kami memutuskan untuk menjual barang-barang yang memiliki nuansa Betawi dan disukai oleh para pembeli. Kami menjual jamu, es cendol, es lilin/monas frozen, jipang/rice krispies, klepon, roti buaya, kantong serut/kantong ajaib oppie, paint by numbers, dan kajineman. Dari total semua produk yang kami jual, kami menjual 4 jenis makanan, 2 minuman, serta 3 jenis barang yang memuat nuansa Betawi.

Perencanaan Produksi
Perencanaan Promosi
Perencanaan Booth

To further enliven our products and booth, we prepared several ways to promote them. We chose Instagram and TikTok as the main social media platforms for promotion because many students from Santa Ursula and other schools use these platforms. On our Instagram with the username @waroengsioppie, we uploaded a product catalog poster containing photos and names of our products, contact details, and our logo. In addition, we also uploaded descriptions of each of our products on the next slide. We also made a banner for our special product, herbal medicine. Before uploading the poster and banner, we uploaded a coming-soon banner on our Instagram to build anticipation for our booth. In addition, we uploaded several stories on our Instagram as a means to provide information to our followers about our booth and also to promote and build anticipation for our products.

We also uploaded several short videos to our Instagram and TikTok with the username @waroengoppie to promote our booth. So that people who come to our bazaar are more interested in the products we sell, we also promote them via Whatsapp. We created a message on Whatsapp that included important information such as our social media links, contact person, location and date of our bazaar, and links to pre-order our products. We also included our slogan, “Cicak cicak di dinding, tempat cocok buat kamu ngkring!” to make the message look more attractive.

In planning the booth, we have a plan to decorate our booth according to our theme, namely NUSANTARA, especially we chose the Betawi theme. Before we made the booth, we made a sketch to make it easier for us to decorate the booth. After making the sketch, we immediately prepared the materials needed. We decorated our booth with items that we already had and used items such as cardboard. We thought about decorating our booth with items that are usually used in Betawi houses, we also had time to discuss making a photo booth, we also planned to make a cashier sign and menu sign to show the items we sell to buyers. At first we planned to make a photo booth with ondel-ondel standees, wajik balang teeth, and several stars.

As time went by we had plans to change the decoration of our booth, because the properties or tables given for our bazaar booth did not match our expectations. We plan to make our booth with pipes installed on the table except for the wajik balang teeth, we still want to make the props because the wajik balang is a property that is very typical of Betawi and fits into our theme, besides the wajik balang teeth, we also still make ondel-ondel which we plan to name Azril which is displayed in front of our booth, then we also thought about changing our photo booth by making a Monas and balloon letters, then we also thought about making our shop writing, Waroeng Si Oppie, with cardboard.

The location of our booth was chosen by drawing lots, and we got a position in front of the entrance of our school hall. Our booth used two school desks measuring 60 cm x 120 cm. To make our booth more attractive, we used a red and white checkered patterned coaster, we also decorated our booth including a teapot, ring light, fairy lights, typical Betawi house windows, and cashier signs. We also displayed ondel-ondel that we had made in front of our booth, flowers in front of our booth stand, and installed the gigi balang wajik that we made in front of our table. In addition to gigi balang wajik, we also put an orchestra stand in front of our booth to put our posters. Then some of our products such as klepon, jipang, and crocodile sandwich bread were placed neatly in front of the table, while herbal medicine was placed on a drink coaster and for kajineman and drawstring bags we put them in a basket, we also put Qris on our table.

Hasil Kegiatan

Laporan Pelaksanaan

Setelah persiapan dan penantian panjang yang telah kami lalui selama beberapa bulan, akhirnya tiba juga hari yang kami nantikan pada tanggal 16 Januari 2025! Beberapa hari sebelumnya, kami sepakat untuk mengenakan kaos putih sebagai atasan dan kain batik lilit sebagai bawahan saat bazar. Pilihan ini bukan hanya untuk menonjolkan budaya Indonesia melalui batik, tetapi juga agar tetap nyaman dan leluasa bergerak saat berjualan. Di pagi hari yang ditunggu-tunggu itu, kami mendengar sebuah arahan dari Pak Agus bahwa seluruh stand bazaar diperbolehkan untuk mulai melayani pelanggan pada pukul 11.00 WIB. Namun tidak disangka, sudah cukup banyak pengunjung yang berdatangan sejak sebelum pukul 11.00. Pengunjung yang berdatangan tersebut mayoritas adalah para adik kelas kami yang sedang istirahat pertama pada pukul 09.00 WIB. Dengan berat hati, kami terpaksa untuk memberitahu mereka bahwa untuk saat ini, transaksi belum dapat dilakukan dan meminta agar mereka dapat datang kembali saat istirahat kedua.

Tibalah saat dimana booth kami sudah diperbolehkan untuk buka. Kami mulai melayani pelanggan dengan ramah dan melakukan transaksi jual beli dengan mereka. Produk kami yang pertama kali terjual habis atau sold out adalah Monas Frozen. Karena tingginya minat terhadap produk Monas Frozen, kami terpaksa menolak beberapa pelanggan yang masih menanyakan ketersediaannya. Saat itu, produk tersebut sudah habis terjual, dan kami masih menunggu pengiriman stok terbaru dari salah satu anggota kelompok kami yang bertugas untuk memproduksinya, yakni Grace. Selagi menunggu kedatangan stok terbaru dari Monas Frozen, kami berusaha untuk mempromosikan produk kami yang lainnya. Kami melakukan promosi dengan dua cara, yakni Soft Selling dan Hard Selling. Soft selling adalah strategi pemasaran yang dilakukan secara halus dan persuasif tanpa menekan pelanggan untuk membeli produk, seperti menjawab pertanyaan pelanggan dengan ramah dan memberikan informasi tambahan tanpa memaksakan penjualan. Sedangkan, hard selling adalah strategi pemasaran yang bersifat langsung, tegas, dan cenderung menekan pelanggan untuk segera membeli produk, seperti berteriak di tengah keramaian dengan kalimat promosi.

Dengan begitu, satu persatu dari produk kami mulai terjual habis. Namun, ketika seluruh produk kami sudah berhasil terjual habis satu per satu, stok terbaru Monas Frozen yang kami tunggu-tunggu akhirnya tiba. Tetapi, saat itu Pak Agus sudah memberikan arahan kepada seluruh peserta bazar untuk mulai membereskan stand masing-masing. Meskipun waktu sudah menunjukkan bahwa bazar akan segera berakhir, kami tidak langsung menyerah. Kami tetap mencoba menawarkan Monas Frozen kepada pengunjung yang masih lalu-lalang di sekitar area bazar. Untungnya, banyak teman-teman kami yang mungkin merasa lelah setelah berjualan, sehingga mereka menyerbu dan membeli monas frozen kami sampai terjual habis.

Kami pun segera bergotong royong untuk membereskan stand setelah semua produk telah terjual habis. Beberapa dari kami mulai mengemasi perlengkapan jualan, sementara yang lain membersihkan area sekitar booth agar tidak meninggalkan sampah atau mengotori area sekolah. Meja-meja ditumpuk, kursi-kursi disusun kembali, dan dekorasi mulai kami lepas satu per satu. Saat akhirnya semua perlengkapan kembali tersusun rapi dan area booth kami benar-benar bersih, kami pun bersiap - siap untuk mengemas barang dan pulang ke rumah masing-masing. Meskipun melelahkan, namun kami bangga dan bersyukur karena kami berhasil melewati serangkaian proses bazaar ini bersama.

PENUTUPAN

Kesimpulan

Berdasarkan laporan yang sudah kami buat, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan para siswi dalam komunikasi, memecahkan masalah, manajemen waktu, berpikir kritis, kreativitas dan kerja sama. Melalui proyek IL ini, para siswi juga dapat belajar tentang perencanaan produksi, promosi, dekorasi, serta pengelolaan booth secara efektif.

Proyek Bazar ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kami. Siswi kelas 9 mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola usaha, sementara siswi kelas 8 dan 7 dapat terinspirasi untuk mengenal budaya Nusantara lebih dalam lagi. Sekolah pun mendapatkan manfaat dengan melihat hasil pembelajaran yang lebih nyata dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya di lingkungan sekolah.

Walaupun ada beberapa tantangan saat pelaksanaan bazarnya, tetapi semua itu dapat diatasi dengan kerja sama tim yang baik. Terbukti dengan banyak produk yang cepat habis. Dengan demikian bazar ini berjalan dengan sukses. Kegiatan ini tidak hanya dapat membantu dalam pelajaran tetapi juga karakter siswi.

Saran

Berdasarkan pelaksanaan bazar yang telah kami lakukan, terdapat hal yang ingin kami tingkatkan untuk kedepannya. Salah satunya komunikasi antar anggota kelompok agar koordinasi dalam persiapan dan pelaksanaan dapat berjalan lebih lancar. Dalam bazaar ini terdapat miskomunikasi antar anggota sehingga banyak masalah yang muncul. Dengan komunikasi yang baik, pembagian tugas akan lebih jelas dan mengurangi miskomunikasi. Tidak hanya komunikasi, pengaturan waktu juga perlu kami tingkatkan, baik dalam proses perencanaan, dekorasi booth maupun saat pelaksanaan bazar. Manajemen waktu yang baik akan memastikan seluruh tugas dapat diselesaikan dengan baik dan efisien serta mengurangi keterlambatan. Dengan meningkatkan komunikasi dan manajemen waktu, bazar dapat berjalan lebih baik.

Daftar Pustaka

Lampiran